{"version":"1.0","provider_name":"lingkaran","provider_url":"https:\/\/lingkaran.co\/blog","author_name":"Lalita Tandayu","author_url":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/author\/lalita-tandayu\/","title":"ATL &amp; BTL: Apa Sih Bedanya? - lingkaran","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"sZ1tep4rJe\"><a href=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/atl-btl-apa-sih-bedanya\/\">ATL &amp; BTL: Apa Sih Bedanya?<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/atl-btl-apa-sih-bedanya\/embed\/#?secret=sZ1tep4rJe\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;ATL &amp; BTL: Apa Sih Bedanya?&#8221; &#8212; lingkaran\" data-secret=\"sZ1tep4rJe\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script type=\"text\/javascript\">\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(c,d){\"use strict\";var e=!1,o=!1;if(d.querySelector)if(c.addEventListener)e=!0;if(c.wp=c.wp||{},!c.wp.receiveEmbedMessage)if(c.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if(t)if(t.secret||t.message||t.value)if(!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var r,a,i,s=d.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),n=d.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=0;o<n.length;o++)n[o].style.display=\"none\";for(o=0;o<s.length;o++)if(r=s[o],e.source===r.contentWindow){if(r.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message){if(1e3<(i=parseInt(t.value,10)))i=1e3;else if(~~i<200)i=200;r.height=i}if(\"link\"===t.message)if(a=d.createElement(\"a\"),i=d.createElement(\"a\"),a.href=r.getAttribute(\"src\"),i.href=t.value,i.host===a.host)if(d.activeElement===r)c.top.location.href=t.value}}},e)c.addEventListener(\"message\",c.wp.receiveEmbedMessage,!1),d.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",t,!1),c.addEventListener(\"load\",t,!1);function t(){if(!o){o=!0;for(var e,t,r,a=-1!==navigator.appVersion.indexOf(\"MSIE 10\"),i=!!navigator.userAgent.match(\/Trident.*rv:11\\.\/),s=d.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),n=0;n<s.length;n++){if(!(r=(t=s[n]).getAttribute(\"data-secret\")))r=Math.random().toString(36).substr(2,10),t.src+=\"#?secret=\"+r,t.setAttribute(\"data-secret\",r);if(a||i)(e=t.cloneNode(!0)).removeAttribute(\"security\"),t.parentNode.replaceChild(e,t);t.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:r},\"*\")}}}}(window,document);\n<\/script>\n","description":"Pandemi COVID-19 mengakibatkan banyaknya masyarakat menggunakan berbagai teknik periklanan, salah satunya periklanan secara digitial. Bagi yang tertarik terhadap periklanan digital, singkatan ATL dan BTL mungkin tidak asing lagi bukan? Pentingnya penggunaan media digital baik untuk hiburan, komunikasi, atau pun periklanan, menarik perhatian banyak orang untuk mempelajari teknik dan aktivitas periklanan digital secara lebih mendalam, seperti aktivitas periklanan ATL dan BTL. Aktivitas periklanan sendiri, biasanya dipergunakan untuk menarik perhatian audiens terhadap konten yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran terhadap merek atau pun produk yang ditampilkan. Nah, buat kalian semua yang tertarik mengenai ATL dan BTL untuk periklanan digital, yuk simak penjelasan lebih lanjutnya! Jadi, apa sih itu ATL dan BTL? Nah, ATL merupakan singkatan dari Above the Line, sedangkan BTL adalah singkatan dari Below the Line. Aktivitas periklanan ATL dan BTL sendiri memiliki cara dan juga target yang berbeda. Penggunaan ATL biasanya dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pengguna media masa terhadap konsep dan ide yang di iklankan. Media masa yang bisa digunakan untuk melakukan periklanan digital tersebut antara lain adalah saluran televisi, koran, dan juga radio, dimana audiensnya merupakan masyarakat luar. Lalu, bagaimana dengan BTL? Below the Line sendiri merupakan aktivitas periklanan yang ditujukan untuk audiens yang lebih ditargetkan, dimana audiens diajak untuk...."}