{"version":"1.0","provider_name":"lingkaran","provider_url":"https:\/\/lingkaran.co\/blog","author_name":"Fadhila Larasati Katon","author_url":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/author\/fadhila-larasati-katon\/","title":"ATL dan BTL pada Marketing? - lingkaran","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"82CBZJMMDr\"><a href=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/atl-dan-btl-pada-marketing\/\">ATL dan BTL pada Marketing?<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/atl-dan-btl-pada-marketing\/embed\/#?secret=82CBZJMMDr\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;ATL dan BTL pada Marketing?&#8221; &#8212; lingkaran\" data-secret=\"82CBZJMMDr\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script type=\"text\/javascript\">\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(c,d){\"use strict\";var e=!1,o=!1;if(d.querySelector)if(c.addEventListener)e=!0;if(c.wp=c.wp||{},!c.wp.receiveEmbedMessage)if(c.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if(t)if(t.secret||t.message||t.value)if(!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var r,a,i,s=d.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),n=d.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=0;o<n.length;o++)n[o].style.display=\"none\";for(o=0;o<s.length;o++)if(r=s[o],e.source===r.contentWindow){if(r.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message){if(1e3<(i=parseInt(t.value,10)))i=1e3;else if(~~i<200)i=200;r.height=i}if(\"link\"===t.message)if(a=d.createElement(\"a\"),i=d.createElement(\"a\"),a.href=r.getAttribute(\"src\"),i.href=t.value,i.host===a.host)if(d.activeElement===r)c.top.location.href=t.value}}},e)c.addEventListener(\"message\",c.wp.receiveEmbedMessage,!1),d.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",t,!1),c.addEventListener(\"load\",t,!1);function t(){if(!o){o=!0;for(var e,t,r,a=-1!==navigator.appVersion.indexOf(\"MSIE 10\"),i=!!navigator.userAgent.match(\/Trident.*rv:11\\.\/),s=d.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),n=0;n<s.length;n++){if(!(r=(t=s[n]).getAttribute(\"data-secret\")))r=Math.random().toString(36).substr(2,10),t.src+=\"#?secret=\"+r,t.setAttribute(\"data-secret\",r);if(a||i)(e=t.cloneNode(!0)).removeAttribute(\"security\"),t.parentNode.replaceChild(e,t);t.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:r},\"*\")}}}}(window,document);\n<\/script>\n","description":"Alo, Lingkagang! Artikel kali ini akan mbahas tentang ATL dan BTL. Penasaran ga nih? Apa itu ATL dan BTL? ATL dan BTL merupakan salah satu strategi marketing dari berbagai strategi yang ada yang biasa dilakukan oleh para marketer. Istilah ini sering kali digunakan di dunia pemasaran. Jika Lingkagang ingin tahu lebih jauh dan ingin mempelajari lebih lanjut, yuk simak artikel ini! Pengertian ATL atau singkatan dari Above the Line adalah strategi marketing di mana si marketer ingin membuat atau meningkatkan brand awareness dari produk atau jasanya. Jadi, target dari dilakukannya iklan ini adalah masyarakat secara luas, bisa mencakup geografis secara nasional maupun global, atau berdasarkan umur yaitu muda maupun tua. Sedangkan BTL atau Below the Line sendiri memiliki kegiatan strategi pemasaran yang menargetkan pada sekelompok orang yang lebih kecil, spesifik, dan terfokus pada suatu \u2026 untuk meningkatkan hubungan dengan customer. Jadi, BTL ini merupakan strategi marketing yang berkebalikan dengan ATL ya, Lingkagang! The Line? Kalau Lingkagang perhatikan, kedua strategi marketing ini terdapat kata \u2018The Line\u2019, ya kan? Nah, kata \u2018The Line\u2019 ini ada sejarahnya loh! Jadi, istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1954 saat perusahaan P&amp;G (Proctor and Gamble) melakukan kampanye iklan. Mereka membayar perusahaan yang berbeda-beda dengan tingkat...."}