{"id":15812,"date":"2019-01-23T03:12:44","date_gmt":"2019-01-22T20:12:44","guid":{"rendered":"http:\/\/v1.lingkaran.co\/?p=15812"},"modified":"2019-01-23T03:13:40","modified_gmt":"2019-01-22T20:13:40","slug":"firetalks-jkt-talent-2019","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/firetalks-jkt-talent-2019\/","title":{"rendered":"Firetalks Jakarta: Talent Forecast 2019"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong><em>Pada tanggal 13 Desember 2018 lalu, lingkaran membuat sebuah trend forecasting talk berjudul Firetalks untuk mengakomodasi para pencari dan pemberi kerja dalam menghadapi perubahan-perubahan di bidang talent untuk tahun 2019.<br \/>\n<\/em><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah organisasi membutuhkan pekerja-pekerja berbakat untuk mencapai tujuan-tujuannya. Namun, seiring berkembangnya ekonomi, definisi berbakat mulai berubah dan berkembang. Memenuhi kualifikasi pekerjaan dan merekrut orang yang tepat pun menjadi sebuah tantangan baru yang terus berkembang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Firetalks diadakan di \u00a0Vamonos Coworking Menteng dan dimoderatori oleh <\/span><b>Agi Anyndhita<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> selaku representative dari lingkaran. Talkshow ini diisi oleh <\/span><b>Adil Alba <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">sebagai representatif dari <\/span><b>talent.id<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><b>Wisnu Adryan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> selaku marketing lead <\/span><b>Glints<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, serta <\/span><b>Bhisma Al<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, chairman dari <\/span><b>Socialights Indonesia.<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Acara ini dimulai dengan napak tilas kejadian-kejadian penting yang terjadi di tahun 2019 seperti <\/span><b>Asian Games 2019, IMF World Bank Meeting<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, serta <\/span><b>Pilkada serentak<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong><em>Kemudian, lingkaran juga berdiskusi tentang hal-hal yang akan terjadi di ranah ketenagakerjaan di tahun 2019.<\/em><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h5><\/h5>\n<h5><\/h5>\n<h5><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/h5>\n<h5>Adil Alba:<\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya melihat 2019 sebagai kemungkinan yang menarik. Ada kecenderungan anak muda untuk menjamah lini-lini yang belum terjamah karena jumlahnya makin banyak dan persaingan makin keras. Contoh gampangnya \u00a0banyak anak muda yang masuk ke politik praktis, tidak sebagai buntut tapi juga memberi masukan yang baik untuk senior-seniornya. Maka dari itu orang-orang tua mulai melihat anak muda dan memberikan ruang untuk mereka. Sehingga startup jadi banyak banget dan diinisiasi anak muda. Cuman sekarang permasalahannya lini mana lagi yang bisa dimasukin?\u201c<\/span><\/p>\n<h5><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/h5>\n<h5>Wisnu Adryan<span style=\"font-weight: 400;\">: <\/span><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPerpanjangan yang sudah terjadi di 2018, kalau dari segi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">employers <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mereka akan seperti biasa kesulitan mencari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">talent-talent<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena akan semakin saturated di market dengan banyaknya lulusan yang masuk. Kalo dari segi kandidat kalo generasi Y mereka ingin lompat ke<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> digital platform<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mature <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">safest zone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kemudian anak lulusan baru akan semakin sulit dapat kerja yang mereka inginkan, mereka itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">qualified <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tapi karakter atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">uniqueness<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya yang kadang ngga ada. Kalau dulu aktif di organisasi itu udah jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">highlight <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">CV yang bagus, tapi sekarang kurang. Akan lebih baik kalau dia terlibat di hal-hal proaktif lain seperti riset. Jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">it\u2019s a combination of uniqueness and exposure.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/p>\n<h5><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/h5>\n<h5>Bhisma Al:<\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSebetulnya dari sisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">employers <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga sulit cari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">talent <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">karena jarang ada yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">qualified enough<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Di Socialights, kita lihat sosial medianya mereka, karena kalo dari kami sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">employer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan merekrut seseorang, dia akan menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">representative <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kami diluar sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kita juga akan melihat dari sisi inovasi, apakah dia bisa inisiatif atau ngga. Kalau dari kita sesimpel melihat gimana cara dia bales <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-mail<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Yang kedua adalh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">problem solver<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, biasanya kita ngadain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">test <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk itu. Dan yang terakhir adalah loyal, karena generasi sekarang itu bosenan. Kalau kita ngeliat orang yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">experience<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya banyak dengan umur yang muda, kita malah ngeliat orang itu nggak loyal. Apalagi dengan perpindahan industri yang cukup <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">extreme<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kita bakal mikir \u2018<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">this person doesn\u2019t know what he\/she wants.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2019\u201c<\/span><\/p>\n<h5><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/h5>\n<blockquote><p><strong><em>lingkaran menyadari bahwa sejak tahun 2018 awal adalah saat dimana angkatan pertama dari generasi Z akan mulai masuk ke industri pekerjaan. <\/em><\/strong><em>Generasi Z \u00a0yang biasanya didefinisikan sebagai orang yang lahir di pertengahan 1990an sampai pertengahan 200an adalah generasi yang ramah akan teknologi dan sosial media. Namun bagaimana akibatnya apabila sebuah di dalam industri terdapat beberapa generasi yang berbeda?<\/em><\/p><\/blockquote>\n<h5><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/h5>\n<h5>Wisnu Adryan<span style=\"font-weight: 400;\">: <\/span><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau pertanyaannya apakah generation gap akan terasa atau tidak, kalau di Glints salah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">culture <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang kita punya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">beginners mindset<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dalam artian orang yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">experienced <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di glints paling cuma 3%. Jadi bisa dibilang bahwa kita percaya sama anak muda dan mengutamakan yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fresh grad <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">karena mereka masih punya semangat. Biasanya yang kita tolak itu yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">experienced <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan merasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">experienced<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, karena hal itu yang akan membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">generation gap <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">semakin berasa. Jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">generation gap<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu sebenarnya \u00a0memang ada tapi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">deal with it<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> aja, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">be relevant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d<\/span><\/p>\n<h5><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/h5>\n<h5>Adil Alba<span style=\"font-weight: 400;\">: <\/span><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKita terlalu banyak terfokus sama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hard skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sampai kita lupa sama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">soft skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Itu permasalahan yang akhirnya jadi umum. Jadi menurutku kita jangan lupa sama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">soft skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak hanya untuk generasi Z tapi generasi lainnya juga. Kita udah banyak denger soal industri 4.0 yang akan banyak menebas habis lapangan pekerjaan namun yang tidak bisa digantikan adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">soft skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d<\/span><\/p>\n<h5><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/h5>\n<h5>Bhisma Al<span style=\"font-weight: 400;\">: <\/span><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNgomongin generation gap antara Y dan Z yang paling <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stands out<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari kacamata saya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">technology adaptability<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kalau Z tuh kasarnya mereka<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> born to swipe.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Jadi generasi Z itu cepet banget sama teknologi, dan sebenarnya itu salah satu keunggulan dari generasi Z. Tapi saya merasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hard skills<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang hilang itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">microsoft office<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, karena generasi Z itu jago banget kalau main <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">snapchat <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan lain-lain tapi ketika bikin report menggunakan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> microsoft office<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> masih berantakan.\u201d<span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div  class=\"lightbox col-md-12  \" ><a data-title=\"\"  href=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/30DD1B92-2725-4129-9E09-16F24E99267B.jpg\" data-rel=\"prettyPhoto\"><figure><div class=\"cs-image cs-image-frame\"><img src=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/30DD1B92-2725-4129-9E09-16F24E99267B.jpg\"  class=\"img-thumbnail\" alt=\"\" title=\"\"><\/div><figcaption><\/figcaption><\/figure><\/a><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h5><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/h5>\n<blockquote><p><strong><em>lingkaran juga berdiskusi tentang pekerjaan \u00a0yang paling diminati di tahun 2019.<\/em><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h5><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/h5>\n<h5>Wisnu Adryan<span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalau menurut saya pekerjaan yang berhubungan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">event <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">community manager<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tuh lagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rising<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pokoknya yang berhubungan dengan komunikasi dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">networking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tapi dari data Glints, tingkat pekerjaan yang paling banyak dicari itu malah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">operations<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">community manager<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mostly <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang kepilih adalah yang gaul-gaul. Sementara orang-orang ini harus kerja karena ada kebutuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data scientist kebutuhannya selalu paling banyak tapi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">applicant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya makin sedikit. Kemudian orang juga masih lebih mementingkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">company <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang sudah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">established <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ketimbang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">opportunity <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">lain karena menginginkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">safety <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">security<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong><em>Kami juga bertanya tentang kesiapan pemerintah dalam menghadapi tantangan industri yang cepat berubah.<\/em><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h5><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/h5>\n<h5>Adil Albi<span style=\"font-weight: 400;\">: <\/span><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPemerintah nggak pernah siap tapi itu jadi peluang yang besar bagaimana komunikasi-komunikasi terbangun. Jadi jangan terlalu berharap sama pemerintah, tapi kita juga punya nilai tawar untuk berkontribusi. Jadi saran buat temen-teman yang 2019 akan banyak berhubungan sama pemertintah, ayo sebanyak mungkin kita bangun komunikasi sama pemerintah karena pemerintah juga ada keterbatasan. Pemerintah bergeser perannya jadi moderator dan fasilitator <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">instead of<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memerintah.\u201d<\/span><\/p>\n<h5><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/h5>\n<blockquote><p><strong><em>Terakhir, kami meminta pendapat tentang skill yang akan penting di tahun 2019.<\/em><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h5><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><br \/>\nBhisma Al:<\/h5>\n<h5><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDigital itu berkembang, dan gak mungkin kita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">step back<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Digital juga mempengaruhi banyak hal. Kedepannya segala sesuatu akan di-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">measure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan didata agar bisa diolah menjadi sesuatu yang lebih baik lagi. Kalau pengen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stands out<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> banget kasih tambahan di CV kalau kamu bisa baca data dan mengambil keputusan dari data.\u201d<\/span><\/h5>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<h6><div class=\"cs-seprator col-md-12  \" style=\"animation-duration: 1s; margin-top:7px; margin-bottom:7px;height: 1px;\">\r\n\t\t\t\t\t\t<span class=\"divider6\" >\r\n\t\t\t\t\t\t\t\r\n\t\t\t\t\t\t<\/span><span class=\"backtotop\"><a class=\"btn-back-top btnnext\" href=\"#\"><\/a><\/span>\r\n\t\t\t\t\t <\/div><\/h6>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<blockquote>\n<h6><em>Firetalks adalah event tahunan lingkaran yang membahas tentang prediksi-prediksi untuk tahun berikutnya. Firetalks tahun 2018 diadakan di Jakarta dan Bandung dan membahas tentang prediksi bisnis dan talent. Respon pembicara telah diedit untuk tujuan efisiensi dan kejelasan.<\/em><\/h6>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada tanggal 13 Desember 2018 lalu, lingkaran membuat sebuah trend forecasting talk berjudul Firetalks untuk mengakomodasi para pencari dan pemberi kerja dalam menghadapi perubahan-perubahan di bidang talent untuk tahun 2019. &nbsp; &#8212; Sebuah organisasi membutuhkan pekerja-pekerja berbakat untuk mencapai tujuan-tujuannya. Namun, seiring berkembangnya ekonomi, definisi berbakat mulai berubah dan berkembang. Memenuhi kualifikasi pekerjaan dan merekrut orang yang tepat pun menjadi sebuah tantangan baru yang terus berkembang. Firetalks diadakan di \u00a0Vamonos Coworking Menteng dan dimoderatori oleh Agi Anyndhita selaku representative dari lingkaran. Talkshow ini diisi oleh Adil Alba sebagai representatif dari talent.id, Wisnu Adryan selaku marketing lead Glints, serta Bhisma Al, chairman dari Socialights Indonesia. Acara ini dimulai dengan napak tilas kejadian-kejadian penting yang terjadi di tahun 2019 seperti Asian Games 2019, IMF World Bank Meeting, serta Pilkada serentak. &#8212; Kemudian, lingkaran juga berdiskusi tentang hal-hal yang akan terjadi di ranah ketenagakerjaan di tahun 2019. &#8212; Adil Alba: \u201cSaya melihat 2019 sebagai kemungkinan yang menarik. Ada kecenderungan anak muda untuk menjamah lini-lini yang belum terjamah karena jumlahnya makin banyak dan persaingan makin keras. Contoh gampangnya \u00a0banyak anak muda yang masuk ke politik praktis, tidak sebagai buntut tapi juga memberi masukan yang baik untuk senior-seniornya. Maka dari itu orang-orang tua mulai melihat&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":3322,"featured_media":15808,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false},"categories":[262,599,598,242,1360],"tags":[1055,1350,995,461,1361,1029,1359],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15812"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3322"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15812"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15812\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15814,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15812\/revisions\/15814"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}