{"id":16963,"date":"2020-12-11T12:59:31","date_gmt":"2020-12-11T05:59:31","guid":{"rendered":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/?p=16963"},"modified":"2020-12-11T12:59:46","modified_gmt":"2020-12-11T05:59:46","slug":"tips-mencari-ide-startup-ala-lingkaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/tips-mencari-ide-startup-ala-lingkaran\/","title":{"rendered":"Tips Mencari Ide Startup ala lingkaran"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu tau<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">gak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sih <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kalau baru-baru ini hampir di seluruh platform media sosial sedang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">trending <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebuah serial drama korea yang judulnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Start-Up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">asd<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yup! Drama korea ini lagi hangat dimana-mana karena alur ceritanya gak cuma memberikan hiburan, tapi juga ilmu dalam dunia startup. Secara garis besar, drama ini <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menceritakan keinginan sekelompok anak muda yang ingin mencapai kesuksesan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">startup<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (perusahaan rintisan).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">asd<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu juga jadi tertarik buat bikin startup?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Tapi bingung kira-kira ide apa yang cocok? Berikut lingkaran akan memberikan berbagai tips eksklusif yang ampuh dalam mencari ide startup bagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learners.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">asd<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">1. Jangan Mencintai Ide Secara Buta<\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-16964 size-large\" src=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/blog-lingkaran_startup_201211-20-1024x536.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"536\" srcset=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/blog-lingkaran_startup_201211-20-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/blog-lingkaran_startup_201211-20-300x157.jpg 300w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/blog-lingkaran_startup_201211-20-768x402.jpg 768w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/blog-lingkaran_startup_201211-20.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kok bisa, ya? Pada umumnya, pembubaran tersebut bisa terjadi karena sebuah startup gak bisa menjangkau penggunanya secara maksimal, atau pada kondisi terburuk ternyata gak ada yang membutuhkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Parah nggak, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Hal tersebut mungkin terjadi karena sang penemu ide terlalu idealis terhadap ide yang dia punya, sehingga gak mau mendengarkan orang lain terutama penggunanya. Perilaku itu merupakan kesalahan terbesar dalam membangun startup. Perlu dipahami kalau berdirinya startup gak akan berarti kalau gak ada pelanggan yang minat.<\/span><\/p>\n<p>Kamu harus mengerti bagaimana proses <a href=\"https:\/\/lingkaran.co\/programs\/detail\/864\/business-concept-development?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Artikel&amp;utm_campaign=DLCBusiness%20Concept\">pengonsepan sebuah bisnis<\/a> hingga tools-tools yang dapat digunakan untuk mengembangkan konsep bisnis kalian. Dengan konsep bisnis, kita dapat menyusun rencana kerja yang terarah untuk mencapai tujuan utama usaha.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learners<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kalau bisa kedepannya mampu mencetuskan ide yang dibutuhkan oleh masyarakat umum agar mampu memprioritaskan pelanggannya. Dengan begitu, perkembangan startup gak akan berhenti di satu titik saja, tapi bisa selalu berkembang mengikuti waktu. Terus, gimana cara buat dan jual ide yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga dapat bertahan lama?<\/span><span style=\"color: #ffffff;\">asd<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">asd<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">2. Ide yang Menjual adalah Ide yang Bisa Menyelesaikan Masalah<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gojek lahir karena pada awalnya mas Nadiem Makarim merasa terkendala dalam menghubungi dan mencari ojek yang fleksibel menyesuaikan kebutuhannya. Berawal dari permasalahan sederhana dan modal mendengarkan keluhan penggunanya, sekarang Gojek punya layanan gak cuma sebagai pengantar penumpang tapi sebagai kurir barang sampai pembelian makanan dan minuman secara online.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian banyaknya solusi yang diberikan, sekarang Gojek ada di fase transisi dari sebuah perusahaan startup jadi korporasi dengan jumlah pengguna total sebesar 155 juta. Kesuksesan Gojek bisa memberikan kesimpulan bagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learners<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kalau ingin memiliki startup yang berpeluang sukses, maka perlu pondasi ide yang kuat sebagai solusi untuk menjawab permasalahan yang hadir di khalayak umum. Namun, apakah sebuah ide perlu sifat rivalitas?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">asd<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">3. Berkompetisi Itu Baik, tapi Gak Berkompetisi Itu Lebih Baik<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah ide <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learners<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lahir untuk memperbaiki kekurangan dari layanan startup lainnya? Kalau gitu, perlu catat beberapa hal agar ide kamu bisa bersaing dengan startup kompetitor. Setidaknya, ide kamu harus punya minimal satu sifat dari salah ketiga sifat ini:<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-16965\" src=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/blog-lingkaran_startup_201211-21.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"628\" srcset=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/blog-lingkaran_startup_201211-21.jpg 1200w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/blog-lingkaran_startup_201211-21-300x157.jpg 300w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/blog-lingkaran_startup_201211-21-768x402.jpg 768w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/blog-lingkaran_startup_201211-21-1024x536.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga hal itu terbukti secara psikologis bisa meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk mencoba layanan kita. Jangan harap startup kamu akan bertahan lama kalau gak punya minimal satu sifat dari tiga sifat yang disebutkan di atas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika ide l<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">earners<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hadir agar tidak menjadi rival, itu tandanya ide kamu<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">merupakan ide cemerlang karena akan menghasilkan jenis bidang perusahaan startup baru. Contohnya, membuat startup aplikasi untuk cari tukang. Selain bantu masyarakat untuk cari tukang yang sesuai dengan kebutuhannya, juga membuka peluang pekerjaan bagi berbagai jenis tukang di luar sana. Tapi, apakah startup harus berupa aplikasi dalam implementasinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">asd<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">4. Startup Gak Melulu Soal Aplikasi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara harfiah startup merupakan kosa kata dalam bahasa inggris yang artinya &#8220;memulai&#8221;. Memulai di sini adalah memulai mencari model bisnis yang sesuai dengan karakteristik startup <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learners. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini gak harus menuntut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learners <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">membuat aplikasi dalam pengembangannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya adalah Kopi Kenangan. Gerai kopi yang satu ini sekilas merupakan gerai kopi biasa. Tapi, dalam pengembangan konsep menunya, Kopi Kenangan menggunakan teknologi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">big data<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> biar bisa menyediakan resep kopi baru dan terkini untuk meningkatkan penjualan, sehingga bisa disebut sebagai startup. Apakah jiwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learners <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">udah gak sabar buat bangun startup? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Eits<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">! Baca dulu tips terakhir yang gak kalah penting!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">asd<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">5. Uji Kelayakan Ide<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu udah merasa punya ide yang segar dan bisa menyelesaikan masalah terkini? Kalau gitu, ada baiknya kamu melakukan uji validasi kelayakan ide dengan membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">prototype<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Prototype <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tersebut diuji ke lapangan melalui survei untuk mengetahui reaksi masyarakat terhadap solusi yang diberikan apakah mampu menyelesaikan masalah atau tidak. Kalau dirasa sudah menyelesaikan, maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learners <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berhasil menghasilkan sebuah produk yang layak dikembangkan menjadi startup!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">asd<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut lima tips dari lingkaran untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learners <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam mencari ide startup. Semoga membantu!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff;\">asd<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong>#YakaliGaBisa Mencari Ide Startup ala Kamu!<\/strong><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu tau gak sih kalau baru-baru ini hampir di seluruh platform media sosial sedang trending sebuah serial drama korea yang judulnya Start-Up? asd Yup! Drama korea ini lagi hangat dimana-mana karena alur ceritanya gak cuma memberikan hiburan, tapi juga ilmu dalam dunia startup. Secara garis besar, drama ini menceritakan keinginan sekelompok anak muda yang ingin mencapai kesuksesan dalam startup (perusahaan rintisan). asd Kamu juga jadi tertarik buat bikin startup? Tapi bingung kira-kira ide apa yang cocok? Berikut lingkaran akan memberikan berbagai tips eksklusif yang ampuh dalam mencari ide startup bagi learners. asd 1. Jangan Mencintai Ide Secara Buta Kok bisa, ya? Pada umumnya, pembubaran tersebut bisa terjadi karena sebuah startup gak bisa menjangkau penggunanya secara maksimal, atau pada kondisi terburuk ternyata gak ada yang membutuhkannya. Parah nggak, sih? Hal tersebut mungkin terjadi karena sang penemu ide terlalu idealis terhadap ide yang dia punya, sehingga gak mau mendengarkan orang lain terutama penggunanya. Perilaku itu merupakan kesalahan terbesar dalam membangun startup. Perlu dipahami kalau berdirinya startup gak akan berarti kalau gak ada pelanggan yang minat. Kamu harus mengerti bagaimana proses pengonsepan sebuah bisnis hingga tools-tools yang dapat digunakan untuk mengembangkan konsep bisnis kalian. Dengan konsep bisnis, kita dapat menyusun rencana kerja yang&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false},"categories":[262,598],"tags":[1046,543,1383],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16963"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16963"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16963\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16973,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16963\/revisions\/16973"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16963"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16963"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16963"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}