{"id":17917,"date":"2021-06-02T11:37:53","date_gmt":"2021-06-02T04:37:53","guid":{"rendered":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/?p=17917"},"modified":"2021-06-02T11:40:46","modified_gmt":"2021-06-02T04:40:46","slug":"neuromarketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/neuromarketing\/","title":{"rendered":"Neuromarketing: Yuk Kenali Lebih Jauh!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone wp-image-17920 aligncenter\" src=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/1-1-300x199.jpeg\" alt=\"\" width=\"719\" height=\"477\" srcset=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/1-1-300x199.jpeg 300w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/1-1-768x509.jpeg 768w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/1-1-1024x678.jpeg 1024w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/1-1.jpeg 1880w\" sizes=\"(max-width: 719px) 100vw, 719px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Photo by Pexels.com<\/strong><\/p>\n<p>Alo, Learners! Dalam sebuah pemasaran, terdapat istilah yang mungkin saja asing bagi beberapa orang. Nah, karena itu, disini kita akan membahas apa sih sebenarnya, dan apa juga kegunaannya dalam dunia pemasaran?<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Apa itu Neuromarketing dan Apa Tujuannya?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/2-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-17922 aligncenter\" src=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/2-1-300x144.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"144\" srcset=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/2-1-300x144.jpg 300w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/2-1.jpg 499w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Photo by Freepik.com<\/strong><\/p>\n<p>Diketahui sangat sulit untuk menjelaskan bagaimana akhirnya seseorang memutuskan untuk membeli suatu produk dengan merek tertentu, hal ini dapat dijelaskan dengan menggunakannya.<\/p>\n<p>Neuromarketing memiliki definisi sebagai disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana cara bekerja otak mempengaruhi perilaku konsumsi yang dilakukan oleh konsumen. Lebih jelasnya, terdapat aspek kognitif dan emosional dalam saraf otak manusia yang menjadi aspek pendorong adanya <em>decision making<\/em> manusia dalam melakukan aktivitas pasar.<\/p>\n<p>Tujuan dari marketing ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengambilan keputusan yang terjadi melalui sistem kerja saraf otak yang dimiliki oleh tiap-tiap konsumen dalam dunia pasar.<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Apa aja sih t<em>ools<\/em> yang digunakan dalam neuromarketing?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/3.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-17923 aligncenter\" src=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/3-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"815\" height=\"543\" srcset=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/3-300x200.jpg 300w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/3-272x182.jpg 272w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/3.jpg 360w\" sizes=\"(max-width: 815px) 100vw, 815px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Photo by Freepik.com<\/strong><\/p>\n<p>Marketing ini diketahui mengadopsi beberapa teknologi guna menunjang studi yang dijalaninya. Dalam hal ini, <em>electroencephalography<\/em> (EEG), <em>Magnetoencephalography<\/em> (MEG), <em>Positron Emission Tomography<\/em> (PET), <em>Steady State Topography<\/em> (SST) dan <em>Functional Magnetic Resonance Imaging<\/em> (fMRI) merupakan <em>tools<\/em> yang sering digunakan.<\/p>\n<p>Alat-alat yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana proses cara kerja saraf otak dalam menerima informasi dan mendorongnya untuk menjadi penentu keputusan pembelian oleh konsumen akan produk tertentu dalam sebuah aktivitas pasar. Dalam hal ini, memudahkan orang awam untuk memahami bagaimana proses keputusan pembelian yang didasarkan oleh cara kerja yang ada dalam kepala manusia tersebut.<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Apa yang Bisa Kita Dari Neuromarketing?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/4.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-17924 aligncenter\" src=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/4-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"824\" height=\"550\" srcset=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/4-300x200.jpg 300w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/4-768x512.jpg 768w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/4-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/4-272x182.jpg 272w\" sizes=\"(max-width: 824px) 100vw, 824px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Photo by Pexels.com<\/strong><\/p>\n<p>Kita dapat mengetahui alasan konsumen dalam memutuskan untuk beli suatu produk. selain itu, manfaatnya sebagai jawaban atas pertanyaan mengenai <em>research product<\/em> yang selama ini dijalani dalam dunia pasar.<\/p>\n<p>Dalam hal ini, para pelaku pasar dapat memanfaatkannya sebagai peluang dalam meningkatkan produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu, dapat memanfaatkan peluang ini dengan cara menyusun strategi periklanan dan pemasaran yang tepat sasaran kepada para konsumen mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Fugate, Douglas L. (2007). <em>Neuromarketing: a layman\u2019s look at neuroscience and its potential application to marketing practice<\/em>. Journal of Consumer Marketing 24\/7 (2007) 385\u2013394.<\/p>\n<p>Morin, Christophe. (2011). <em>Neuromarketing: The New Science of Consumer Behavior<\/em>. Soc (2011) 48:131\u2013135.<\/p>\n<p><em>What Is Neuromarketing: Everything You Need to Know<\/em>.\u00a0Accessed through https:\/\/www.neuro-insight.com\/what-is-neuromarketing.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Photo by Pexels.com Alo, Learners! Dalam sebuah pemasaran, terdapat istilah yang mungkin saja asing bagi beberapa orang. Nah, karena itu, disini kita akan membahas apa sih sebenarnya, dan apa juga kegunaannya dalam dunia pemasaran? Apa itu Neuromarketing dan Apa Tujuannya? Photo by Freepik.com Diketahui sangat sulit untuk menjelaskan bagaimana akhirnya seseorang memutuskan untuk membeli suatu produk dengan merek tertentu, hal ini dapat dijelaskan dengan menggunakannya. Neuromarketing memiliki definisi sebagai disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana cara bekerja otak mempengaruhi perilaku konsumsi yang dilakukan oleh konsumen. Lebih jelasnya, terdapat aspek kognitif dan emosional dalam saraf otak manusia yang menjadi aspek pendorong adanya decision making manusia dalam melakukan aktivitas pasar. Tujuan dari marketing ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengambilan keputusan yang terjadi melalui sistem kerja saraf otak yang dimiliki oleh tiap-tiap konsumen dalam dunia pasar. Apa aja sih tools yang digunakan dalam neuromarketing? Photo by Freepik.com Marketing ini diketahui mengadopsi beberapa teknologi guna menunjang studi yang dijalaninya. Dalam hal ini, electroencephalography (EEG), Magnetoencephalography (MEG), Positron Emission Tomography (PET), Steady State Topography (SST) dan Functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI) merupakan tools yang sering digunakan. Alat-alat yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana proses cara kerja saraf otak dalam menerima informasi dan mendorongnya untuk menjadi penentu keputusan&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":3375,"featured_media":17932,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false},"categories":[1492],"tags":[320,627,1540],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17917"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3375"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17917"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17917\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18026,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17917\/revisions\/18026"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17917"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17917"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17917"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}