{"id":18589,"date":"2021-11-14T12:21:24","date_gmt":"2021-11-14T05:21:24","guid":{"rendered":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/?p=18589"},"modified":"2021-11-16T11:06:50","modified_gmt":"2021-11-16T04:06:50","slug":"waktunya-untuk-memanfaatkan-user-generated-content-dalam-strategi-marketing-mu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/waktunya-untuk-memanfaatkan-user-generated-content-dalam-strategi-marketing-mu\/","title":{"rendered":"Waktunya untuk Memanfaatkan User-Generated Content dalam Strategi Marketing-mu!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alo, Gengs!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kamu pernah mem-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">posting <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mention <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">suatu brand di IG Story-mu? Atau pernahkah kamu membuat ulasan tentang suatu produk? Nah, itu adalah salah satu contoh sederhana dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">User-Generated Content <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(UGC). Akhir-akhir ini, UGC merupakan salah satu strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital marketing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang paling banyak mendapat perhatian dari audiens di media sosial. Yuk, kenali lebih lanjut tentang UGC!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Apa itu UGC?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UGC atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">User-Generated Content <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah konten terkait suatu brand yang diunggah dan dibagikan oleh seseorang yang bukan merupakan bagian dari brand tersebut, seperti customer dan audiens. UGC dapat berupa unggahan di media sosial, ulasan produk, video, dan jenis konten lainnya yang melibatkan audiens dalam pemasaran suatu produk atau brand, khususnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Efektivitas dari UGC terletak pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">engagement <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terhadap produk atau brand yang terus-menerus diciptakan oleh audiens. Dengan memanfaatkan UGC sebagai taktik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, suatu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">engage <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">lebih banyak dengan audiens (dan calon audiens) dengan cara yang lebih autentik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Mengapa audiens menyukai UGC <\/b><b><i>marketing<\/i><\/b><b>?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu kata: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">authenticity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Keunggulan dari UGC adalah keaslian dari pemasaran produknya. Di mata audiens, kebanyakan pengiklan dan pemasar produk terkesan tidak autentik dan tidak \u201cjujur\u201d dalam mempromosikan suatu produk. Produk tersebut selalu ditempatkan pada posisi dan sudut terbaik saat pemotretan, diberikan pencahayaan maksimal, dan bahkan dilebih-lebihkan atau didramatisasi. Hal ini kemudian berdampak negatif pada perilaku konsumen untuk membeli produk tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, dengan adanya UGC <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pemasaran suatu produk dapat lebih bersifat \u201cmanusiawi\u201d. Hal ini berkaitan dengan audiens yang kerap kali membagikan pemikiran jujurnya mengenai suatu produk di media sosial. Ketika sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menunjukkan keaslian (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">authenticity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dalam pemasaran digitalnya, audiens pun dengan senang hati akan memberikan respons positif.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Contoh UGC<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Brand-brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ternama, seperti GoPro, Apple, Coca-Cola, dan H&amp;M sudah banyak menggunakan UGC sebagai salah satu strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mereka. UGC seolah-olah menjadikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang telah mereka miliki sebagai representatif atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ambassador <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut. Dengan ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat berinteraksi lebih dengan audiensnya dan audiens akan merasa lebih terkoneksi dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-14-at-12.06.28-min.png\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-18590 aligncenter\" src=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-14-at-12.06.28-min-300x153.png\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"291\" srcset=\"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-14-at-12.06.28-min-300x153.png 300w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-14-at-12.06.28-min-768x392.png 768w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-14-at-12.06.28-min-1024x522.png 1024w, https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screen-Shot-2021-11-14-at-12.06.28-min.png 1862w\" sizes=\"(max-width: 570px) 100vw, 570px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Source: <a href=\"http:\/\/instagram.com\/p\/CWMF1E3PCkD\/\">instagram.com<\/a>)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah salah satu contoh dari UGC <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang diterapkan oleh GoPro. GoPro kerap kali mengunggah foto-foto atau video menarik yang diambil oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menggunakan produknya. Hasil tangkapan layar yang diambil oleh pengguna GoPro rupanya berhasil untuk mempersuasi calon <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lain untuk membeli produk GoPro, melihat adanya kenaikan dalam popularitas dan penjualan GoPro.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gimana, Gengs? Apakah kamu jadi tertarik untuk memakai UGC sebagai taktik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-mu?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Source:<\/p>\n<p>https:\/\/socialmediaweek.org\/blog\/2020\/02\/how-ugc-is-redefining-marketing-in-2020\/https:\/\/socialmediaweek.org\/blog\/2020\/02\/how-ugc-is-redefining-marketing-in-2020\/<\/p>\n<p>https:\/\/instapage.com\/blog\/what-is-user-generated-content<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"2WvtPWLvM1\"><p><a href=\"https:\/\/www.tintup.com\/blog\/user-generated-content-marketing-report\/\">UGC Marketing: Key Insights from Top Marketers<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" src=\"https:\/\/www.tintup.com\/blog\/user-generated-content-marketing-report\/embed\/#?secret=2WvtPWLvM1\" data-secret=\"2WvtPWLvM1\" width=\"500\" height=\"282\" title=\"&#8220;UGC Marketing: Key Insights from Top Marketers&#8221; &#8212; TINT Blog\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alo, Gengs! Apakah kamu pernah mem-posting dan mention suatu brand di IG Story-mu? Atau pernahkah kamu membuat ulasan tentang suatu produk? Nah, itu adalah salah satu contoh sederhana dari User-Generated Content (UGC). Akhir-akhir ini, UGC merupakan salah satu strategi digital marketing yang paling banyak mendapat perhatian dari audiens di media sosial. Yuk, kenali lebih lanjut tentang UGC! &nbsp; Apa itu UGC? UGC atau User-Generated Content adalah konten terkait suatu brand yang diunggah dan dibagikan oleh seseorang yang bukan merupakan bagian dari brand tersebut, seperti customer dan audiens. UGC dapat berupa unggahan di media sosial, ulasan produk, video, dan jenis konten lainnya yang melibatkan audiens dalam pemasaran suatu produk atau brand, khususnya digital marketing. Efektivitas dari UGC terletak pada engagement terhadap produk atau brand yang terus-menerus diciptakan oleh audiens. Dengan memanfaatkan UGC sebagai taktik marketing, suatu brand dapat engage lebih banyak dengan audiens (dan calon audiens) dengan cara yang lebih autentik. &nbsp; Mengapa audiens menyukai UGC marketing? Satu kata: authenticity. Keunggulan dari UGC adalah keaslian dari pemasaran produknya. Di mata audiens, kebanyakan pengiklan dan pemasar produk terkesan tidak autentik dan tidak \u201cjujur\u201d dalam mempromosikan suatu produk. Produk tersebut selalu ditempatkan pada posisi dan sudut terbaik saat pemotretan, diberikan pencahayaan maksimal, dan&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":3447,"featured_media":18602,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false},"categories":[1492,1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18589"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3447"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18589"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18589\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18603,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18589\/revisions\/18603"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18602"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}