{"id":18650,"date":"2021-12-09T14:09:54","date_gmt":"2021-12-09T07:09:54","guid":{"rendered":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/?p=18650"},"modified":"2021-12-09T14:09:54","modified_gmt":"2021-12-09T07:09:54","slug":"accelerating-business-growth-through-digital-marketing-how-and-why-it-works-on-tiktok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/accelerating-business-growth-through-digital-marketing-how-and-why-it-works-on-tiktok\/","title":{"rendered":"Accelerating Business Growth Through Digital Marketing: How And Why It Works on TikTok"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alo, gengs<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiktok merupakan sebuah sosial media yang sedang\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">on the rise <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang penggunaannya meroket sejak tahun 2018. Faktanya, Tiktok berhasil mendapatkan 634 juta penggunaan baru dalam kurun waktu 2 tahun.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Sebagai seorang pemilik usaha atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital marketer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang handal, tentunya kamu gamau meninggalkan kesempatan agar produk kamu\/klien bisa dikenal lebih banyak orang, dong! Tapi sebenarnya, apa benar bikin konten di tiktok akan mengakselerasi bisnis kamu? Gimana sih cara bikin konten marketing yang bagus di Tiktok? Yuk, simak lebih lanjut di artikel ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Why Marketing on Tiktok Works<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Video marketing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan salah satu tren <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tidak akan hilang dalam waktu dekat. Video berdurasi singkat yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">eye catching<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> membuat para audiens mudah tertarik dan mencari tahu lebih lanjut tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kita secara lebih lanjut. Sebuah riset telah menemukan bahwa 86% dari responden ingin melihat lebih banyak konten berbentuk video dari sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Video marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Tiktok merupakan cara yang ampuh untuk meningkatkan kapasitas bisnis karena kemudahan yang disediakan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tiktok untuk berinteraksi dengan audiens. Hal ini membangun hubungan \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">intimate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d dengan audiens sehingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kamu akan terlihat lebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">approachable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, perlu digarisbawahi bahwa Tiktok hanyalah salah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">channel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> marketing yang dapat gunakan. Apabila segmentasi pasar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kamu tidak sesuai dengan segmen pengguna Tiktok, maka Tiktok belum tentu bisa menjadi sarana marketing yang cocok buat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kamu. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Choose what works and fits your brand the most<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Lantas, Gimana ya cara mulai marketing di Tiktok?<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Lakukan riset terhadap algoritma dan cara bekerja Tiktok<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk dapat menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">channel marketing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">baru secara optimal, kamu perlu melakukan riset terkait dengan cara bekerjanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">channel <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tersebut. Tiktok merupakan media sosial yang memiliki algoritma dan ciri khasnya tersendiri. Oleh karena itu, kamu perlu memahami cara bekerjanya Tiktok agar dapat menghasilkan konten yang mencapai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">key performance index <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang kamu tentukan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Pahami selera segmentasi pasar <i>brand <\/i>kamu<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya memahami cara bekerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya, kamu juga perlu memahami selera audiens yang kamu targetkan. Setiap segmentasi audiens memiliki seleranya masing-masing berdasarkan pada platform yang mereka gunakan. Jadi, selera audiens pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">A belum tentu sama dengan selera audiens <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kamu pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Tiktok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Mulai membuat konten dengan menyusun ulang konten <i>brand <\/i>yang sudah kamu buat di <i>marketing channel <\/i>lain<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa mulai memproduksi konten di Tiktok dengan mendaur ulang konten yang sudah kamu hasilkan di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">lain. Namun, tolong ingat untuk tidak menggunakan konten yang sama ya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learners<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">! Kamu bisa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">edit <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">konten yang sudah ada dengan menyesuaikan hasil riset yang kamu miliki tentang target audiens <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kamu di Tiktok.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Pelajari kekurangan serta kesalahan yang ada<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Analisis kekurangan serta kesalahan yang hadir dari konten yang sudah kamu hasilkan. Dengan melakukan tahapan ini, kamu bisa menyusun strategi yang lebih baik agar konten kamu dapat menghasilkan total <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insights <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang baik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Riset, riset, riset dan kembangkan<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupa untuk terus lakukan riset terkait dengan tren, selera audiens, dan perubahan-perubahan yang terjadi pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Tiktok ya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learners<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">! Riset yang kamu lakukan dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan strategi marketing <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kamu di masa depan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itu adalah beberapa tips mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital marketing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di Tiktok ya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learners<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">! <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Remember that learning is the key to development, including business growth!<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alo, gengs! Tiktok merupakan sebuah sosial media yang sedang\u00a0on the rise yang penggunaannya meroket sejak tahun 2018. Faktanya, Tiktok berhasil mendapatkan 634 juta penggunaan baru dalam kurun waktu 2 tahun. Sebagai seorang pemilik usaha atau digital marketer yang handal, tentunya kamu gamau meninggalkan kesempatan agar produk kamu\/klien bisa dikenal lebih banyak orang, dong! Tapi sebenarnya, apa benar bikin konten di tiktok akan mengakselerasi bisnis kamu? Gimana sih cara bikin konten marketing yang bagus di Tiktok? Yuk, simak lebih lanjut di artikel ini! &nbsp; Why Marketing on Tiktok Works Video marketing merupakan salah satu tren digital marketing yang tidak akan hilang dalam waktu dekat. Video berdurasi singkat yang eye catching membuat para audiens mudah tertarik dan mencari tahu lebih lanjut tentang brand kita secara lebih lanjut. Sebuah riset telah menemukan bahwa 86% dari responden ingin melihat lebih banyak konten berbentuk video dari sebuah brand.\u00a0 Video marketing di Tiktok merupakan cara yang ampuh untuk meningkatkan kapasitas bisnis karena kemudahan yang disediakan oleh platform tiktok untuk berinteraksi dengan audiens. Hal ini membangun hubungan \u201cintimate\u201d dengan audiens sehingga brand kamu akan terlihat lebih approachable. Namun, perlu digarisbawahi bahwa Tiktok hanyalah salah satu channel marketing yang dapat gunakan. Apabila segmentasi pasar brand kamu tidak sesuai&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":3477,"featured_media":18651,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false},"categories":[602,1492],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18650"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3477"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18650"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18650\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18652,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18650\/revisions\/18652"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18650"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18650"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18650"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}