{"id":18783,"date":"2022-05-12T16:50:44","date_gmt":"2022-05-12T09:50:44","guid":{"rendered":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/?p=18783"},"modified":"2022-05-19T15:08:16","modified_gmt":"2022-05-19T08:08:16","slug":"lakukan-ini-setelah-posting-konten","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/lakukan-ini-setelah-posting-konten\/","title":{"rendered":"Lakukan Ini Setelah Posting Konten"},"content":{"rendered":"\n<p>Alo, gengs!<\/p>\n\n\n\n<p>Buat para <em>Social Media Specialist <\/em>dan <em>Content Specialist<\/em> (atau <em>role-role <\/em>serupa), pekerjaan ga berhenti saat <em>posting <\/em>konten saja. Setelahnya, ada beberapa pekerjaan baru, mulai dari balesin komentar sampai nulis <em>report<\/em>. Tapi tau ga, kalau saat nulis report ada yang harus diperhatikan selain data-data yang dihasilkan dari <em>performance <\/em>konten-kontennya. <\/p>\n\n\n\n<p>Nah, kegiatan wajib buat penanggung jawab akun media sosial bisnis setelah konten naik bisa disingkat jadi <strong>M-E-E. <\/strong>Sekilas langsung keinget lagunya Taylor Swift, ya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\"><em><mark style=\"background-color:#f78da7\" class=\"has-inline-color\">And I promise that nobody&#8217;s gonna love you like <strong>me-e-e<\/strong><\/mark><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Lalu apa aja sih <strong>M-E-E<\/strong> ini?<\/p>\n\n\n\n<h2><strong><em>Measurement<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah posting konten-konten, perhatiin analisisnya. Bisa H+1, H+4, atau kalau mau bikin <em>report<\/em>. Pastiin untuk punya <em>benchmark <\/em>kesuksesannya, istilahnya sih kaya KKM ya. Kalau di atas KKM berarti lulus, kalau ga ya ngulang lagi. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Benchmark<\/em>-nya yang realistis ya&#8230; Nah, <em>benchmark<\/em>-nya bisa beda-beda tiap bisnis. Disesuaikan juga dengan target dan <em>goals <\/em>dari postingan-postinganmu. Nah, apa aja yang harus dicek?<\/p>\n\n\n\n<p>Coba lihat beberapa metrics ini: <\/p>\n\n\n\n<ul><li><strong><em>Awareness:<\/em><\/strong> <em>post reach, impression, potential reach, the social share of voice<\/em>. <em><strong>Awareness <\/strong><\/em>dilihat untuk &#8216;menangkap perhatian&#8217; audiens sehingga bisa ngira-ngira <em>brand awareness<\/em>-nya gimana. <\/li><\/ul>\n\n\n\n<ul><li><strong><em>Engagement:<\/em><\/strong> <em>likes, comments, saves, shares, average engagement rate (by reach\/impression)<\/em>. <em>Likes <\/em>dan <em>comments <\/em>banyak memang jadi bukti konten sukses, tapi seringkali angka <em>saves <\/em>dan <em>shares <\/em>terlewatkan.&nbsp;<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Yang paling penting adalah keduanya jika digabung, hitung prosentase orang yang berinteraksi dengan kontenmu setelah melihatnya atau yang biasa disebut<em> engagement rate<\/em> (ER). Selain itu, untuk pakai <em>metrics <\/em>tertentu, tentukan lagi tujuan kontenmu. Kalau memang untuk <em>awareness<\/em>, bisa fokus di situ. Jika kenaikan <em>followers <\/em>bisa diperhatikan jumlah <em>follows <\/em>di setiap postingan.<\/p>\n\n\n\n<h2><strong><em><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-black-color\">Evaluate<\/mark><\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah analisis ke sana ke mari, evaluasi konten-konten yang <em>works <\/em>seperti apa dan pastikan juga apakah sudah cocok dengan target audiens. Di tahap ini sih perlu banget <em>brainstorming <\/em>buat bahas kenapa kontennya sukses dan ga. Masing-masing (termasuk desainer) bisa sekalian evaluasi proses buatnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Ke depannya bisa dipikirin cara mertahanin konten yang sukses dan cari tahu konten yang masih kurang &#8216;ngena&#8217;.<\/p>\n\n\n\n<h2><strong><em><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-black-color\">Elevate<\/mark><\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah tahu sebab musabab kenapa konten sukses atau ga, saatnya bikin konten makin \u2728<em>glowing<\/em>\u2728 bisa sedikit-sedikit A\/B Testing buat tahu konten mana yang lebih cocok ke audiens. <\/p>\n\n\n\n<p>Prosesnya juga ga sebentar ya pack\/buns, setelah kontennya di-posting, ya balik dianalisis lagi, dan diulangi terus sampai KPI dan OKR tercapai~&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8211;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi walaupun ngerjainnya kadang sendiri, proses setelahnya sih wajib berembuk ya biar banyak <em>insights<\/em>~<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, biar <em>insights-<\/em>nya makin banyak, bisa dicek video pembelajaran soal Digital Marketing oleh <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/in\/jenzoandika\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Jenzo Andika<\/a> di sini: <a href=\"https:\/\/lingkaran.co\/programs\/detail\/cara-cuan-lewat-upgrade-potensi-diri\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Business Digital Content: Digital Marketing<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\"><em><mark style=\"background-color:#f78da7\" class=\"has-inline-color\">Gir<\/mark><\/em><mark style=\"background-color:#f78da7\" class=\"has-inline-color\"><em>l, there ain&#8217;t no I in &#8220;team&#8221; But you know there is a &#8220;me&#8221;<\/em> <\/mark><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alo, gengs! Buat para Social Media Specialist dan Content Specialist (atau role-role serupa), pekerjaan ga berhenti saat posting konten saja. Setelahnya, ada beberapa pekerjaan baru, mulai dari balesin komentar sampai nulis report. Tapi tau ga, kalau saat nulis report ada yang harus diperhatikan selain data-data yang dihasilkan dari performance konten-kontennya. Nah, kegiatan wajib buat penanggung jawab akun media sosial bisnis setelah konten naik bisa disingkat jadi M-E-E. Sekilas langsung keinget lagunya Taylor Swift, ya. And I promise that nobody&#8217;s gonna love you like me-e-e Lalu apa aja sih M-E-E ini? Measurement Setelah posting konten-konten, perhatiin analisisnya. Bisa H+1, H+4, atau kalau mau bikin report. Pastiin untuk punya benchmark kesuksesannya, istilahnya sih kaya KKM ya. Kalau di atas KKM berarti lulus, kalau ga ya ngulang lagi. Benchmark-nya yang realistis ya&#8230; Nah, benchmark-nya bisa beda-beda tiap bisnis. Disesuaikan juga dengan target dan goals dari postingan-postinganmu. Nah, apa aja yang harus dicek? Coba lihat beberapa metrics ini: Awareness: post reach, impression, potential reach, the social share of voice. Awareness dilihat untuk &#8216;menangkap perhatian&#8217; audiens sehingga bisa ngira-ngira brand awareness-nya gimana. Engagement: likes, comments, saves, shares, average engagement rate (by reach\/impression). Likes dan comments banyak memang jadi bukti konten sukses, tapi seringkali angka saves&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18784,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_mi_skip_tracking":false},"categories":[1492],"tags":[320],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18783"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18783"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18783\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18794,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18783\/revisions\/18794"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18784"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lingkaran.co\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}