Mind Mapping Lebih Menarik dan Keren? Coba 5 Tips Ini!

Alo, Learners! Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah “mind mapping“. Istilah yang sering kamu dengar ketika duduk di bangku sekolah ini mungkin sudah jarang lagi kamu gunakan. Eits, tapi tunggu dulu! Ternyata, tool yang dulu sering kita gunakan untuk mengurai materi pelajaran tersebut ternyata sangat powerful juga lho untuk digunakan di dunia profesional.

Mind mapping bisa membantu kamu dalam mengurai suatu projek, brainstorming, analisis, dan hal lainnya yang berkaitan dengan peran kamu saat ini. Nah, berikut ini ada 5 tips dalam membuat mind map yang bisa kamu aplikasikan!

1. Mulai mind mapping dari pusat halaman yang kosong

Mind Mapping

Photo from Freepik

Ketika kamu mulai membuat mind map dari pusat halaman yang kosong, ini akan memberikan otakmu kebebasan untuk mengeksplorasi poin-poin yang akan kamu urai. Pandangan pun akan terasa lebih luas dan kamu akan lebih mudah menuliskan segala hal yang ingin kamu tuangkan.

Memulai dari pusat halaman juga akan memudahkan kamu ketika membuat cabang-cabang dari topik utama yang kamu tulis. Belum lagi jika nantinya akan ada cabang-cabang baru sebagai buah pikiran dari cabang-cabang sebelumnya.

Contohnya, pada pusat halaman yang kosong kamu bisa menuliskan topik utama dari mind mapping tersebut, misalnya adalah marketing, selanjutnya kamu bisa menarik cabang mengenai email marketing dan affiliate marketing di sisi kanan, kiri, atau arah lainnya.

Baca Juga: Susah Konsentrasi? Ini 10 Tips Ampuh untuk Kamu!

2. Gunakan warna untuk manjakan visual

Warna seringkali menjadi suatu daya tarik dari suatu hal, begitupun dengan mind mapping. Mind mapping tentu akan menghasilkan beberapa cabang yang bisa saja jumlahnya sangat banyak. Jika kamu hanya menggunakan satu warna untuk seluruh cabang, kemungkinan kamu akan merasa bingung ketika mencari poin-poin tertentu.

Maka dari itu, penggunaan warna sangat penting agar mind mapping semakin menarik. Dilasir dari Lifehacker, warna bisa membuat otak lebih antusias terhadap apa yang ada depan mata kita. Hal ini juga akan mempermudah otakmu dalam mengingat cabang dan poinnya.

Selain itu, penambahan warna juga dapat meningkatkan imajinasi dan kreativitas kamu, lho. Gunakankah minimal 3 warna, kamu bisa menambahkan warnanya sesuai dengan kertarikan kamu.

Mind Mapping

Photo from Freepik

3. Tulis 1-3 kata kunci pada cabang pertama

Cabang pertama adalah cabang yang ditarik langsung pertama kali dari topik mind mapping. Nantinya, pada cabang pertama akan ditarik lagi beberapa cabang selanjutnya yang berisi substansi dari cabang pertama. Cabang tersebut bisa berisi beberapa poin, bisa juga ditarik lagi cabang-cabang berikutnya.

Pada cabang pertama, usahakan untuk menuliskan 1-3 kata kunci utama. Contohnya “Instagram untuk Bisnis”. Selain untuk mempersingkat kata kunci, hal tersebut juga berguna untuk efektivitas pengolahan informasi yang terjadi di otak kita.

Coba bayangkan, Learners, bagaimana jadinya jika kita menulis terlalu panjang atau terlalu banyak kata kunci? Kemungkinan besar kita akan lupa poin utama yang yang menjadi highlight pada cabang pertama.

Baca Juga: Bingung Cara Mengatasi Rasa Malas? Yuk, Terapin 5 Tips ini!

4. Tambahkan gambar atau buat simbol pada kata tertentu

Dalam membuat mind mapp, kita memiliki kebebasan untuk berkreasi dengan seluruh kreativitas kita. Mind mapping tidak hanya berkutat dengan cabang dan tulisannya. Agar mind map yang kamu buat lebih menarik lagi, kamu bisa menambahkan gambar yang berkaitan dan/atau yang tidak berkaitan dengan materinya sekalipun.

Misalnya, ketika ada poin mengenai digital marketing, kamu bisa menambahkan foto laptop, ikon sosial media, dan sebagainya.

Lalu, kamu juga bisa membuat simbol agar halaman kerjamu tidak terlihat penuh oleh tulisan. Misalnya, ketika ingin mencantumkan kata “harga”, kamu bisa menggambar sesuatu seperti simbol dolar ($) alih-alih menggunakan tulisan.

5. Sediakan space kosong untuk materi yang tidak terprediksi

Tips terakhir adalah pastikan kamu selalu menyediakan space kosong pada halaman kerjamu. Kamu bisa menyisakannya di sisi manapun sesukamu. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Karena bisa saja sewaktu-waktu kamu memiliki ide tidak terduga yang dapat ditambahkan pada halamanmu.

Jika kamu tidak memiliki space kosong, ide baru yang muncul itu kemungkinan kamu tuangkan pada halaman terpisah dari ide sebelumnya. Tentu ini bisa membuatmu bingung ketika kamu berusaha mereview ulang hasil kerjamu, padahal topik yang dibahas masih sama.

Baca Juga: 5 Tips Kreatif dalam Menjaga Positive Attitude

Nah, Learners, itu dia 5 tips yang bisa kamu gunakan ketika membuat mind mapping. Selain untuk penggunaan pribadi, mind mapping juga bisa kamu gunakan untuk menyampaikan suatu hal kepada orang lain. Dijamin deh, dengan 5 tips di atas orang lain akan mudah paham dengan poin yang ingin kamu sampaikan.

Mind mapping juga bisa kamu gunakan ketika sedang mengikuti kelas di lingkaran agar catatan materinya tidak membosankan. Terlebih lagi, lingkaran punya banyak kelas dengan beragam pembahasan seputar dunia profesional yang bisa kamu ikuti sekaligus mengaplikasikan tips mind mapping tadi. Tunggu apa lagi? Sign Up sekarang juga!

Selamat mencoba!

 

Sumber:

How to Use Mind Maps to Unleash Your Brain’s Creativity and Potential

Share Now

Helfrida Mahendraputri Mayangsunda

Related Post