ATL dan BTL pada Marketing?
Alo, Lingkagang! Artikel kali ini akan mbahas tentang ATL dan BTL. Penasaran ga nih?
Apa itu ATL dan BTL?
ATL dan BTL merupakan salah satu strategi marketing dari berbagai strategi yang ada yang biasa dilakukan oleh para marketer. Istilah ini sering kali digunakan di dunia pemasaran. Jika Lingkagang ingin tahu lebih jauh dan ingin mempelajari lebih lanjut, yuk simak artikel ini!
Pengertian
ATL atau singkatan dari Above the Line adalah strategi marketing di mana si marketer ingin membuat atau meningkatkan brand awareness dari produk atau jasanya. Jadi, target dari dilakukannya iklan ini adalah masyarakat secara luas, bisa mencakup geografis secara nasional maupun global, atau berdasarkan umur yaitu muda maupun tua.
Sedangkan BTL atau Below the Line sendiri memiliki kegiatan strategi pemasaran yang menargetkan pada sekelompok orang yang lebih kecil, spesifik, dan terfokus pada suatu … untuk meningkatkan hubungan dengan customer. Jadi, BTL ini merupakan strategi marketing yang berkebalikan dengan ATL ya, Lingkagang!
The Line?
Kalau Lingkagang perhatikan, kedua strategi marketing ini terdapat kata ‘The Line’, ya kan? Nah, kata ‘The Line’ ini ada sejarahnya loh! Jadi, istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1954 saat perusahaan P&G (Proctor and Gamble) melakukan kampanye iklan. Mereka membayar perusahaan yang berbeda-beda dengan tingkat yang berbeda pula. Dengan alasan ini lah P&G menggunakan istilah ‘The Line’ pada kegiatan marketing-nya untuk membedakan mana kegiatan kampanye iklan yang langsung dan targeted serta kampanye iklan yang lebih umum dan tersebar luas yang bertujuan untuk meningkatkan brand awareness.
Contoh
Agar Lingkagang bisa lebih memahami strategi marketing ATL dan BTL ini, kita kasih contohnya, nih!
ATL (Above the Line) Marketing: Advertising atau iklan yang dilakukan melalui televisi, radio, papan billboard, cinema, dan koran.
BTL (Below the Line) Marketing: Advertising atau iklan yang dilakukan melalui direct marketing seperti email, trade promotion, sales promotion, guerrilla marketing, dan point-of-sales materials.
Kelebihan
Dilihat dari pengertiannya, Above the Line marketing memiliki target yang lebih luas. Maka dari itu, Lingkagang mampu mendapatkan perhatian yang lebih luas dari masyarakat yang luas, brand awareness, serta pencapaian audience yang lebih tinggi pula.
Kelebihan yang didapatkan jika melakukan Below the Line marketing juga tidak kalah penting, diantaranya segmentasi yang lebih fokus, pengukuran yang baik, serta adanya hubungan dengan customer yang lebih tinggi sehingga loyalitas mereka meningkat.
Harus pilih yang mana?
Kedua jenis strategi marketing atau advertising ini tentunya memiliki kelebihan masing-masing. Untuk menentukan mana yang lebih baik dan dan lebih cocok itu kembali kepada kebutuhan masing-masing produk dan jasa yang perlu dipasarkan atau diiklankan. Untungnya kita sudah menjelaskan baik ATL maupun BTL kepada Lingkagang agar mudah untuk menentukan apakah ATL atau BTL marketing yang akan digunakan oleh Lingkagang!
Referensi:
“ATL, BTL and TTL Marketing – Definitions And Examples.” Face to Face Marketing, https://www.face2face-marketing.com/atl-btl-ttl-marketing-definitions-examples/. Accessed 30 August 2021.
“What is Above the line and Below the line Advertising?” DSM Digital School of Marketing, 2019, https://digitalschoolofmarketing.co.za/blog/what-is-above-the-line-and-below-the-line-advertising/. Accessed 29 August 2021.
“WHAT IS THE DIFFERENCE BETWEEN ATL, BTL AND TTL ADVERTISING?” tbs Marketing, https://tbs-marketing.com/blog-difference-between-atl-btl-and-ttl-advertising/. Accessed 29 August 2021.