Apakah Passion Overrated?

Photo by Ian Schneider via unsplash.com

Alo Gengs! Pernah ga sih kalian dikasih tau sama orang kalau semisal kamu kurang suka sama pekerjaan yang kamu jalani sekarang mending keluar aja dan “follow your own passion” walaupun sebenarnya pekerjaan yang kamu jalani sekarang ini udah ngasih jabatan dan juga tunjangan yang cukup tinggi. Nah, tapi temen temen tau ga sih passion itu apa dan apakah benar bahwa passion overrated?

 

Apa itu Passion?

Jika kita melihat artinya melalui kamus merriam webster, passion itu diartikan sebagai “a strong liking or desire for or devotion to some activity, object, or concept” atau dalam kata lain, passion merupakan kondisi ketika motivasi bertemu dengan emosi.

Lalu, apakah Passion memang Overrated?

Permasalahan utama yang umum terjadi di kalangan masyarakat umum, terutama pada anak anak millenial sekarang adalah mereka itu punya ego yang cukup besar, dimana mereka ini sangatlah idealis dalam menghadapi masa depan mereka. Hal ini tentunya bagus, mengingat bahwa sudah seharusnya kita kerja di bidang yang sangatlah kita sukai. Dengan bekerja dalam bidang yang memang kita minati tentunya kita bisa bekerja dengan lebih enjoy dan akan memberikan output yang baik dalam pekerjaan kita. Namun, yang sering terjadi adalah karena rasa idealis yang sangat tinggi untuk mengikuti passion mereka, sering kali mereka jadi tidak bisa melihat opportunity yang ada karena tidak sesuai dengan passion mereka. Dengan idealisme yang tinggi seperti ini terutama dalam hal passion terdapat beberapa masalah yang dapat terjadi.

 

Photo by Randalyn Hill via unsplash.com

 

 

Yang pertama, passion itu bukan merupakan suatu hal yang baku dan dapat berubah-ubah seiring berjalannya waktu, sebagai contoh, mungkin kamu di umur 10 tahun pernah memiliki cita cita ingin menjadi astronot, lalu di umur 15 tahun punya cita cita untuk menjadi dokter, dan kamu berpikir bahwa itu adalah passion kamu, sedangkan di umur 20 tahun kamu tiba tiba mempunyai cita cita yang sangat berbeda, dan hal ini pun akan terus berulang seiring berjalannya waktu, kamu akan mempunyai kesenangan yang berbeda, kamu akan memiliki suatu preferensi yang berbeda pula. Yang kedua, kita akan sangat sulit untuk memprioritaskan passion kita, kebanyakan orang akan sulit untuk menjawab apakah kamu lebih passionate terhadap sepakbola dibandingkan dengan matematika, ataupun apakah kamu lebih passionate terhadap desain grafis dibandingkan dengan teknik. Kebanyakan orang akan lebih mudah untuk menjawab pertanyaan apakah kamu lebih menguasai ilmu matematika dibandingkan dengan ilmu politik? Hal ini menggambarkan bahwa kita akan kesulitan untuk memilih bidang mana yang lebih kita prioritaskan dalam hal passion. Dan yang lebih fatal adalah, kadang kala kita tidak terlalu handal dalam hal yang menjadi passion kita, mungkin banyak orang yang memiliki passion ataupun ketertarikan dalam hal menyanyi, tapi hanya sedikit yang bisa menjadi seorang penyanyi profesional. Maka dari itu, lebih baik kita melihat apa yang menjadi keahlian kita dan kita terus kembangkan hal tersebut, ataupun bahkan lebih baik kita melihat peluang kerja yang lebih menjanjikan dibandingkan mengikuti passion kita.

 

Photo by Kashawn Hernandez via unsplash.com

 

Jadi, kesimpulannya?

Sebagai kesimpulan, passion itu dikatakan sebagai overrated jika kita terlalu idealis terhadap passion kita sendiri, hal ini yang membuat kita tidak dapat melihat dunia secara realistis dan juga melihat peluang-peluang lain yang datang kepada diri kita. Memang sudah seharusnya kita memiliki sebuah passion karena hal ini yang akan mendorong kita untuk terus bergerak dan berkembang, tapi jangan jadikan passion sebagai tolak ukur utama dari apa yang ingin kita raih.

 

Referensi:

Merriam-Webster. (n.d.). Passion. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved June 11, 2021, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/passion

Kaufman, S. B. (2011). How to Increase your Harmonious Passion. Psychology today. Http://www.psychologytoday.com/. (diakses 8 Juli 2021)

Hardgrove, M. E & Angelita P. H. (2015). Passion Thrillers And Passion Killers: How To Support And How To Thwart Employee Passion. Journal Of Business & Economic Policy. Vol. 2, No. 1; March 2015.

 

Share Now

Haifa Sausan

More Posts By Haifa Sausan

Related Post