Diandra Shafira Wibowo
Alo gengs!
Banyak orang menganggap kesuksesan dapat dicapai dengan gaya hidup yang kerja terus menerus dengan menetapkan pekerjaan diatas segalanya. Namun, apakah hal tersebut baik? Jika tidak, apa yang seharusnya kita lakukan? Untuk mencari tau jawabannya baca tulisan ini sampai habis ya!
Dilansir headversity, hustle culture adalah budaya kerja yang membuat seseorang dalam organisasi tersebut menjadi kerja secara berlebihan yang membuat seseorang tersebut memikirkan pekerjaan setiap detiknya. Selain itu, budaya hustle culture juga menuntut pekerjanya mencapai target dengan kecepatan dan ketangguhan setiap harinya.
Seseorang yang terjebak dalam kondisi hustle culture jarang menyisihkan waktunya untuk beristirahat dan bersenang-senang. Hal yang dipikirkan hanya “kerja, kerja, kerja, dan deadline”. Menerapkan hustle culture tentu memberikan dampak bagi pengikutnya yang sering kekurangan jam tidurnya sehingga menyebabkan kelelahan dan stres. Stres yang terjadi secara terus menerus akan berakibat pada kesehatan mental dan fisik.
Lalu, bagaimana caranya ketika kita terjebak dalam hustle culture dan ingin mengubah ke dalam budaya yang lebih lambat dan berkelanjutan? Berikut beberapa tipsnya:
Yuk mulai terapkan hal-hal tersebut untuk memiliki hidup yang lebih sehat dan bermakna!
Source:
https://headversity.com/the-toxicity-of-hustle-culture-the-grind-must-stop/