Iklan Dapat Mempengaruhi Perilaku Konsumen? Ini Faktor-faktornya!

Alo, Gengs! Kamu pernah merasa kena “racun” dari endorsement suatu produk di Instagram Story seorang selebgram? Atau kamu pernah secara impulsif membeli produk karena melihat review di laman For You Page (FYP) TikTok kamu?
Peristiwa-peristiwa tersebut tentunya nggak asing lagi ya, Gengs, dalam kehidupan sehari-hari kita. Tidak hanya iklan yang bertebaran di media sosial, iklan di televisi tentunya juga berpotensi untuk mempengaruhi keputusan untuk membeli produk. Lantas, bagaimana iklan dapat mempengaruhi perilaku konsumen?

Apa itu Iklan dan Perilaku Konsumen?
Dalam bukunya yang berjudul “Advertising”, Frank Jefkins menjelaskan bahwa iklan adalah media informasi yang bersifat persuasif guna mendorong konsumen untuk berperilaku sesuai dengan yang direncanakan oleh pengiklan, Gengs.
Melengkapi definisi tersebut, iklan juga diartikan sebagai wujud komunikasi bertujuan keputusan pembelian dari khalayak dan mendistribusikan informasi mengenai produk ataupun layanan kepada calon konsumen (Haider & Shakib, 2018).
Lantas apa ya, Gengs, yang dimaksud dengan perilaku konsumen?
Sederhananya, menurut Loudon dan Della Bitta (1993), perilaku konsumen merupakan proses dari penentuan keputusan dan melibatkan penilaian individu terhadap produk maupun jasa yang diiklankan.
Jadi, ketika kamu lagi menentukan untuk membeli produk yang di-review oleh banyak orang di TikTok, itulah yang dinamakan perilaku konsumen kamu terpengaruh oleh iklan, Gengs!

Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Perilaku Konsumen
Diadaptasi melalui penjelasan Philip Kotler dan Gary Amstrong (2001), perilaku konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis.

Faktor Budaya
Menjadi faktor yang paling berpengaruh, budaya, subbudaya hingga kelas sosial dari konsumen memiliki peranan yang besar dalam efektivitas pengaruh iklan terhadap perilaku konsumen.
Budaya digambarkan sebagai nilai, persepsi, dan perilaku yang dipelajari oleh individu dari lembaga. Sedangkan subbudaya dibedakan menjadi kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, ras, dan geografis. Tersusun secara hierarki, kelas-kelas sosial diukur melalui pendapatan, pekerjaan, pendidikan, serta kekayaan.

Faktor Sosial
Faktor sosial merupakan peranan, status sosial, dan kelompok yang berkaitan dengan konsumen. Kelompok tersebut dapat berarti keluarga, organisasi, hingga klub yang terkait dengan konsumen.

Faktor Pribadi
Faktor pribadi mencakup karakteristik dari konsumen, seperti umur, gaya hidup, pekerjaan, hingga konsep diri dari konsumen. Seperti contoh, perempuan muda yang bekerja sebagai make up artist tentunya akan berpotensi terpengaruh oleh iklan-iklan produk kecantikan yang sedang booming di media sosial Instagram maupun TikTok.

Faktor Psikologis
Yang terakhir, faktor psikologis mencakup motivasi, persepsi, pengetahuan, hingga kepercayaan dari konsumen.

Nah, itu dia, Gengs, faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas iklan terhadap perilaku konsumen. Berkaitan dengan pemasaran, kamu juga bisa mengulik lebih lanjut mengenai periklanan, pemasaran hingga analisis perilaku konsumen melalui Mini Class yang diadakan oleh Lingkaran! Yuk, mulai belajar, Gengs!

Sumber:
Haider, T., & Shakib, S. (2018). A STUDY ON THE INFLUENCES OF ADVERTISEMENT ON CONSUMER BUYING BEHAVIOR. Business Studies Journal, 9(1).
Jefkins, F. (2016). Advertising: made simple. Elsevier.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2001). Philip dan Gary Armstrong. Prinsip-Prinsip Pemasaran Jilid, 1.
Loudon, D. L., & Della Bitta, A. J. (1993). Instructor’s Manual to Accompany Consumer Behavior: Concepts and Applications. McGraw-Hill, Incorporated.

Share Now

Humaira Phinata Zahra

More Posts By Humaira Phinata Zahra

Related Post