
Apa yang Membuat lingkaran Relevan?
Ketika membahas tentang lingkaran, pertanyaan yang sering kami dengar adalah: kenapa lingkaran? Setelah sedikit basa-basi tentang nama, biasanya kami membahas tentang apa yang membuat lingkaran menjadi relevan.
Bagi kami, menjadi life-long learner adalah sebuah keharusan di tengah arus perubahan yang begitu cepat, dan disrupsi yang sudah membudaya. Tahun lalu, kita bahas artikelnya di sini.
Nah, ada beberapa isu yang membuat kami tertantang untuk menjadi bagian dari solusinya:
1. Ternyata, banyak perusahaan kesusahan mencari pegawai yang relevan!
Teman-teman founder pasti setuju kalau lebih susah hiring orang, cari kerjaan baru mah gampang. Plus, budaya kutu loncat yang bikin tim HRD kewalahan.
2. Munculnya skill-skill baru yang menjadi kebutuhan perusahaan di era digital saat ini.
Satu dekade yang lalu, siapa sangka social media manager menjadi karir yang patut diperhitungkan dihadapan calon mertua?
3. Kebutuhan dan kondisi Industri 4.0.
Indonesia memang masih jauh dari keriuhan Industri 4.0, tapi, kita perlu tetap keep up dengan isu global maupun lokal dan memantaskan diri untuk bersaing positif di kancah global.
4. Bahwasanya, cara pandang kita terhadap karir dan pekerjaan perlu diubah!
Mulai dari lingkaran terkecil, kami mencoba menghargai seberapa niche dan anehnya role seseorang dalam tim, dia tetap adalah bagian dari solusi.
5. Yang terpenting, bagi kami, hard skill dan soft skill adalah dua hal yang sama penting.
Gak percaya? Tanya aja sama John Ma.
Sampai sini, ada yang mau ditanya?

